Sunday, May 27, 2007

CARS...FAVORIT RANGGA

RANGGA-THE KING
RANGGA-LIGHTNING McQUEEN

TERBANG...

KALAU UDAH PAKAI BAJU SUPERMAN...LANGSUNG DEH NAIK KE MEJA DAN LOMPAT.....SERASA TERBANG....

BATMAN KECIL


WOW...TERNYATA BATMAN KECILNYA KEREN LHO !

Friday, May 25, 2007

MAMA PENAKUT



Rangga ikut outing Mama tanggal 23 Mei' 07. Acaranya outbond di PKBM Pelita Desa.





Rangga minta naik rakit berdua dengan mama. Demi Rangga, saya turutin keinginannya.


Waktu menepi, Rangga duluan yang turun dari rakit. Sementara saya masih diatas rakit, mulailah keisengan teman-teman. Rakit saya didorong ke tengah . Jelas saya teriak-teriak manggil Rangga buat naik ke rakit lagi. Kalau ada Rangga pasti aman, nggak bakal ada yang berani balikkin rakit saya. Saya apal gelagat teman-teman yang pasti akan nyeburin saya. (Meski saya tahu, danau tsb dalamnya cuma sedada, tapi kan nyebelin juga diceburin). Rangga di pinggir danau ikut bingung, Mama, gimana, gimana, Angga nggak bisa naik ke rakit.


Pas sampai di rumah, saya bilang ke Rangga, nanti jangan lupa ya di tulis di buku Rangga.
Sambil nyengir Rangga ngomong : Nanti Angga mau tulis Mama Penakut. (hah...kenapa tanya saya nggak nyangka dia akan ngomong begitu)


* Kok mama teriak-teriak pas naik rakit sendirian ?

Bla..bla..bla saya jelasin ke Rangga bahwa saya bukan takut, tapi nggak suka diceburin ke danau

- Kenapa Rangga nggak bantuain Mama ?

* Ya gimana, nggak ada yang bantuin Angga naik ke rakit. Kaki Angga aja masih kecil, nggak nyampe. Harusnya kaki Angga disambung dulu ya Ma, biar Angga bisa bantuin Mama.
(wah, dia sudah coba cari solusi untuk menolong saya)

Point :
* Jangan pernah lupa ! Anak selalu melihat kita sebagai contoh, dan ternyata anak sudah bisa menilai sikap, tindakan, dan reaksi kita.
* Jangan berhenti untuk selalu berbincang dengan anak, untuk menyamakan persepsi
* Whallah...mungkin saya memang penakut, tapi saya berharap Rangga jadi anak pemberani.
Jangan jadi penakut ya, sayang !
DISNEY JUNIOR NO 187, 22 MARET 07


Rangga cerita lagi di Rubrik Sekolahku

DISNEY JUNIOR, NO 153, November 2005



Rangga cerita di rubrik Sekolahku

Tuesday, May 22, 2007

HADIAH dari BOBO Junior

Foto Rangga yang lagi nyengir dimuat di Bobo Junior 7 maret 07
Alhamdulillah dapat hadiah topi dan Kaos
Pasti dong seneng banget
Nih foto Rangga pas pakai hadiahnya.





BAHASA JAWA LEBIH SUSAH DIBANDING BAHASA INGGRIS

Rangga mungkin tahu Papa Mamanya "Wong Jowo" asli,
Bahkan saya selalu ngobrol pakai bahasa Jawa bila berdua
dg suami, atau ketemu kel besar.

Lucunya, Rangga pernah digodain Eyangnya, disuruh
ngomong pakai bhs Jawa dan dia bungkam (blass nggak mau)

Saya iseng nanya ke Rangga,
* Rangga, ngerti nggak kalau Mama Papa ngomong Jawa ?
- Ngerti, jawabnya
* Rangga bisa nggak ngomong Jawa
- Enggak, kan Bahasa Jawa lebih susah daripada Bahasa Inggris ya, Ma

(wheleh...wheleh, mungkin karena di sekolah nggak ada pelajaran Bhs Jawa Ya, Mas ?

CERITA RANGGA DI NAKITA (2)


Sehari Bersama Ayah, NAKITA, nO 373 TH VIII, 27 Mei 2006


Monday, May 21, 2007

CERITA RANGGA DI NAKITA


Papa cerita tentang Rangga di Nakita No 346/VII/19 Nov 05
(Udah baca belum, ....begini nih ceritanya)



BELAJAR GADGET
Yusuf Wibisono, ayahanda Rangga Satriawan Yusdantio (3;5)

Setiap anak itu unik dan memiliki minat yang berbeda-beda. Seperti Rangga, sekarang ini sedang tertarik belajar angka-angka dan huruf. Ponsel menjadi alat eksplorasinya, mungkin karena dia sering melihat saya ber-SMS.
Tadinya saya tak mengizin kan Rangga bermain dengan handphone. Mungkin karena minatnya yang begitu besar, lama-lama dia bisa sendiri, lo, membuka kunci (unlock) ponsel saya. Asyiklah dia mencet-mencet ponsel dan membuka-buka menu yang ada.
Di situ baru terpikir, kenapa tidak sekalian saya ajari dia mengenal menu dan fitur ponsel supaya tidak "gaptek". Benar saja, Rangga antusias sekali memelajari pengetahuan barunya. Menu favoritnya adalah kalkulator dan bikin note huruf-huruf. Bahkan sekarang dia sudah bisa kirim SMS ke mamanya dengan didikte huruf per huruf oleh saya.
Alhamdulillah, sekarang Rangga sudah bisa menulis angka 1-100. Bahkan karena ponsel pula Rangga suka menjadi pengarah gaya dan fotografer ponsel, "Papa senyum dong," katanya. Sekarang ini kemampuannya sudah bertambah, dia sudah bisa merekam aktivitas papanya lewat camcorder, juga dia sudah bisa membuat e-card foto saya dengan frame dan teksnya, "Papa".
Wah, saya bersyukur, ternyata membuat anak pintar dan kreatif sangat mudah dan menyenangkan. Satu lagi, ponsel bisa menjadi media yang semakin mendekatkan saya dan Rangga.

Note : Niatnya saya mau copy tulisan tsb dari websitenya Nakita, tapi kok jadinya nggak kaya' yang dimauin. Gimana ya ?

ADIK RANGGA NGGAK JADI LAHIR

TERBAIK VERSI ALLAH

"Ketahuilah seandainya semua mahluk bersepakat untuk membantumu dengan
apa yang tidak ditakdirkan Allah, mereka tidak akan bisa membantumu
Atau bila mereka bersatu menghalangi engkau memperoleh apa yang
sudah Allah takdirkan, mereka pun tidak akan mampu melakukannya. Ketahuilah,
bersabar dalam musibah akan memberikan hasil yang positif dan kemenangan dicapai
dengan kesabaran. Kesuksesan sering dilalui lewat cobaan yang berat dan
kemudahan itu datang setelah kesulitan." (HR Ahmad, Hakim, Tirmidzi)

Hadist tersebut menjadi penyemangat saat saya kecewa karena kenyataan tidak sesuai harapan.
Senin, 5 Maret, 07, saat saya berangkat ke RSIA Hermina, saya masih optimis, bahwa janin saya akan baik-baik saja. Sedikit vlek, sering terjadi di kehamilan muda (ini pernah saya baca). Meski cemas, saya selalu berdoa dan meminta yang terbaik untuk kami.

Saat Dokter selesai memeriksa, dan menarik nafas panjang, saya tahu ada hal berat yang harus saya dengar, dan waktu diperlihatkan di monitor USG Transvaginal saya melihat janin saya tidak bergerak lagi. Rasanya saya tidak ingin mempercayainya, dua minggu yang lalu saya periksa, dan lewat USG juga saya melihat ada janin kecil yang kata dokter kondisinya bagus, sehat, dan diprediksi lahir bulan September. Saya bertanya ke Dokter, kenapa bisa terjadi spt itu, padahal saya merasa sehat, tidak ada penyebab seperti jatuh, goncangan dan saya sangat mencintai dan memperhatikan kehamilan saya.

Saya tidak menyangsikan keahlian sang Dokter Obgyn, meski dokter tidak bisa memberi penjelasan yang pasti, tentang penyebab kematian janin saya.
Sambil terisak, lirih saya berucap :
Inna lillahi wa ina illaihi rojiun. Semuanya dari Allah, dan bila Allah berkehendak Dia bisa mengambilnya kembali Kapan saja. Ini membuat saya lebih tenang.

Saya memang sedih, karena kehadiran adik Rangga sudah benar-benar kami rencanakan,
bahkan agak lama dari rencana. Rangga juga sudah saya persiapkan menjadi seorang’Mas’ yang akan menyayangi dan membantu adiknya.

Bagaimanapun saya bersyukur. Alhamdulillah, saya sudah diberi kesempatan untuk hamil.
Saya percaya inilah jawaban atas permohonan / doa-doa saya. Ya....yang terbaik versi Allah. Saya percaya ‘kematian mudigah’ ini takdir dari Allah. Pasti ada hikmah yang harus saya petik dari kejadian tersebut.

Mungkin hikmahnya saya jadi lebih perhatian dan semakin menyayangi Rangga, karena saya merasakan betapa kehidupan Rangga, si kecil saya teramat berarti.

Boleh jadi dengan dicancelnya / mungkin ditundanya kehadiran adik Rangga karena kecintaan, dan rasa sayang Allah pada kami sekeluarga. Subhanallah.
Sungguh luar biasa kasih sayang Allah.

Saya, manusia biasa hanya bisa berikhtiar dan berdo'a, sedang hasil akhirnya
saya serahkan kepada Allah yang Maha mengetahui segala sesuatu. Karena apa yang
terbaik menurut kita, belum tentu terbaik di mata Allah. Itulah “Rahasia Allah”

NONTON NICK SCREEN DI DETOS



Pa, mau nggak tanggal 13 Mei nonton Nick screen ?
Mama tgl 13 R kan, lihat ya nanti,
ada iklannya Nick Screen di Depok Town Square
Tanggal 13 Mei 07 jam 10.00 pagi.


Melihat antusiasme Rangga, rasanya kami nggak tega nolaknya

Jadilah kami nganterin Rangga nonton Nickscreen.
Hanya anak-anak yang boleh duduk di karpet merah.
Tadinya Rangga mau bergabung dengan teman-temannya.
Ada lomba mewarnai, tapi Rangga males ikut.
Kuis, Permainan, dan nonton bareng film Avatar di layar lebar


Rangga mulai nggak betah, nengok ke belakang, mungkin takut juga
Mama Papanya ninggalin dia, dan akhirnya nyerah.....
Mau sama Mama....




Ya...nontonlah kami dari lantai 3, dan back to basic...


Cari tempat main, dan asyiklah Rangga main di KIUT
SEGALA SESUATU ADA WAKTUNYA


Rangga mau tahu, kenapa banyak foto mama papa tanpa ada Rangga ?
Sebenarnya karena Rangga baru lahir saat Mama Papa udah menikah hampir 6 th.

Hm...jadi pengin sharing tentang sesuatu yang ‘ajaib’ dalam hidup saya.

Waktu habis menikah kami memutuskan untuk menunda punya anak.
Inilah pilihan yang kami ambil dengan banyak pertimbangan.
Tapi jawaban yang sering keluar dari mulut saya waktu ditanya tentang masalah ini adalah belum dikasih Allah, karena jawaban tsb tdk akan memancing pertanyaan lebih jauh.

Mungkin memang Allah mendukung pilihan dan keputusan kami, bukankah ada hadist "Ketahuilah seandainya semua mahluk bersepakat untuk
membantumu dengan apa yang tidak ditakdirkan Allah, mereka tidak akan bisa
membantumu. Atau bila mereka bersatu menghalangi engkau memperoleh apa yang
sudah Allah takdirkan, mereka pun tidak akan mampu melakukannya. (HR Ahmad, Hakim, Tirmidzi)

Alhamdulillah, saat kami berniat dan merasa siap untuk memilik anak, Allah memudahkan jalan kami.

Allahu akbar, segala sesuatu memang ada waktunya. Allah sudah mengatur semuanya dengan sangat pas dan indah

Jadi ya nikmati aja, meski di usia hampir kepala 4, si anak hebat saya baru lepas balita (lha wong udah diniatin begitu...)


Point :
- Lorong waktu kehidupan akan selalu memberi semangat dan mengingatkan kita bahwa Allah memberi kebebasan pada kita untuk memilih jalan hidup, tapi ‘tangan Allah’ tetap ada dan akan selalu membantu, bila kita percaya dan selalu bersandar padaNYa.

RANGGA KOK NGGAK ADA DI FOTO

Sekali waktu, pernah saat membolak-balik Album Foto Jadul kami,
Rangga nanya :
* Ma, kok Angga nggak ada di foto ini
- Iya, kan Angga belum lahir
* Kenapa ? (whallah kata tanya'kenapa' kok ya mesti keluar dari mulut kecilnya)
- Kenapa apanya, tanya saya lagi
* Kenapa Angga belum lahir ?
- Karena belum dititipin sama Allah ke Mama
* Kenapa belum dititipin ?
(Nah...lo jadi panjang...)
- Mmh....jawaban belum keluar dari mulut saya, Angga sudah bersuara lagi
* Dulu Angga dititipin ke siapa, Ma ?

(hah....???)

Sunday, May 20, 2007

MAIN ITU BUKAN MAIN





MAIN itu bukan main (maksudnya...nggak ada yang lebih membahagiakan bagi Rangga dibanding kesempatan untuk menikmati waktu bermain)

Apa pun mainannya selalu ada senyum di wajah Rangga

Ya, karena Main itu benar-benar bikin seneng.
Wow......

Saturday, May 19, 2007




SAAT UMURKU BERTAMBAH


KUBERSYUKUR KEPADA ALLAH


KUUCAPKAN ALHAMDULILLAH




(Ini lagu yang dinyanyikan pas Rangga Ulang Tahun di sekolah)
Note : Kue Tart tetap ada, tapi nggak pake acara tiup lilin kok..

Mama berharap Rangga tahu

Kenapa kelahiran perlu dirayakan ?

Tentu untuk mensyukuri apa yang sudah didapat,
berharap dan berdoa diberi berkah melimpah di tahun-tahun mendatang.

Atau sebagai penanda, pemberi semangat di tanggal awal start kehidupan kita





22 Januari 2007






Ke Ocean Park BSD



Bareng Om Han, Om Agung, Tante Iik, Tante Riried,
Hindi, Hanna, Ari, Abi,
tentunya juga Mama Papa Rangga

Seru, tapi pas mau berenang malah
hujan, jadi Rangga, Hanna, Abi neduh,
yang udah SD, Hindi, dan Ari terus berenang,

Waktu hujan berhenti baru Rangga main.
Jadi nggak bisa foto bareng deh.


Ini nih fotonya....

Foto Rangga Juli 2006
Hari pertama masuk TK A
Rangga sangat bangga bila dapat Bintang,
eh kelihatan nggak Rangga pakai gelang bikinan Rangga di sekolah
APA YANG PALING DISUKAI ANAK KITA ?


Bagi kita, para Ibu, mungkin gampang banget menjawab pertanyaan tsb, bahkan kita bisa menulis daftar panjang kesukaan anak kita mulai dari warna, baju, makanan, aktivitas, sampai program TV favorit si kecil.

Tapi pernah nggak kita menyamakan daftar yang kita punyai dengan daftar yang dibuat oleh anak kita ?

Saya agak surprise, ternyata daftar kesukaan Rangga versi saya dan versi Rangga berbeda.
Ceritanya, saya iseng beliin buku kecil gambar “CARS” kesukaannya dan saya minta dia menulis kegiatan apa yang paling disukainya di buku tersebut.
Inilah contekan tulisan Rangga di Bukunya:
17 April 07
Ini Buku Rangga
Rangga suka PR 1
Rangga suka Catur 2
Main PS 3
Baca Buku 4
Main Frenzy 5, dst, no 6 tentang jenis games yang lebih spesifik yang disukainya spt CARS, FRANKLIN, dan nonton TV Casper, Dora dan Rocket Power

Point No 1 saya nggak nyangka banget. Rangga suka PR kenapa, Mas ? tanya saya ingin tahu (Eh, ....saya paling suka lho nanya ke si kecil ini tentang sesuatu, karena jawabannya yang ‘out of box’, ‘nyleneh’, bahkan sering asal, tapi saya yakin keluar dari hati dan pemikirannya yang jernih)

Seperti biasanya, jawaban Rangga atas pertanyaan tsb nggak pernah terlintas di kepala saya.
“Karena dapat bintang dan tulisan Rangga Hebat, Rangga Pintar”
(Hah.. ? pantes aja dia selalu bangga selama ini kalau dapat bintang. Rangga tadi dapat bintangnya 5, Rangga Hebat celotehnya) .

Ternyata apresiasi yang positif ini selain memupuk percaya diri, bisa mendorong anak menyukai aktivitas tsb ( Thanks Bu Aisyah, dan semua guru Rangga yang tidak pernah berhenti memberi ‘bintang’)

Memang perlu juga sekali-sekali (atau setiap waktu, mungkin ya ?) ‘berbincang’ dengan anak. Pasti akan banyak surprise mendengar jawaban yang sepertinya asal, tapi bila dikaji lebih dalam “sarat makna”.

MY GOLDEN KID


RANGGA, SI ‘LOGIC MATHEMATIC’



Rangga memang unik. Kalau anak lain akan asyik menggambar dan mewarnai, buku gambar Rangga justru penuh dengan tulisan angka-angka, bahkan kalaupun Rangga menggambar orang, disampingnya akan ditulis angka. Misalnya O Mama 37, artinya itu gambar Mama yang umurnya 37 th.
Ketertarikan dan kecerdasan Rangga pada angka mulai tampak sejak umur 2,5 tahun. Waktu itu di Kelompok Bermainnya diajarkan berhitung 1 – 5, ternyata dengan semangat Rangga menghitung 1 –10. Sampai sekarang di TK A, nilai Rangga untuk matematika sudah ‘Melampaui Target’.
Semua yang ada angkanya menarik bagi Rangga,. Kalender,Timbangan, Jam (Rangga sudah bisa jawab dengan tepat kalau di tanya ‘jam berapa ?’ ).
Bahkan saking tertariknya dengan angka, Rangga jadi suka mainin Handphone. Umur 3,5
tahun Rangga hafal no HP kami (Papa dan Mamanya) dan sudah bisa dial sendiri ke HP saat kami kerja. Dari rasa tertarik ini justru membawa keberuntungan sendiri karena Rangga sekarang ‘nggak gaptek’, dia sudah bisa kirim sms, foto, dan rekam suaranya sendiri, bahkan ganti setting hp yang kadang bikin saya kaget karena tiba-tiba ringtone hp saya berubah.
Selain angka, Rangga juga hebat di kemampuan menghafal dan bahasa. Ngomongnya lancar dan jelas banget. Kalau saya membaca buku, dia akan bisa menirukan persis apa yang saya baca. Jadilah pada saat umur 3 tahun, meski belum bisa membaca Rangga jago main ‘Maju Mundur’, ‘ Jejak Langkah’,(permainan dengan membaca/mengikuti perintah yang tertulis di kartu). Sekarang di 5 tahun usia Rangga, kemampuan itu semakin terasah. Selain berhitung dan membacanya sudah lancar, Rangga suka mengajari temannya cara bermain, atau aturan permainan. Rangga suka 'mapping games’(dari mulai ular tangga, ludo, tic tac toe, checker sampai catur). Hobby Rangga sejak umur 4,5 tahun memang main catur. Meski tidak selalu menang, tetap saja membuat saya kagum. Rangga bukan hanya hafal langkah tiap bidak Catur, tapi dia juga sudah bisa mengatur strategi.
MEMANG BUTUH WAKTU DAN PROSES PANJANG

‘Setiap Kita Adalah Mutiara ‘ (AJC, 9 April 07, Azi_Mee)
Memang butuh waktu dan proses panjang untuk mendapatkan keindahannya.

Tulisan tsb mengingatkan saya dan membuat saya harus instropeksi.
Saya sering lupa pada ke’unik’an anak kita, ke’indah’annya selalu kita bandingkan.
Sering saya mengeluh : Kok Rangga nggak berani tampil seperti sepupunya yang lebih muda 4 bln. Saya penginnya Rangga bisa seperti itu, dan bla...bla..bla..bla..

Ya, jelas saja, selain memang si sepupu punya potensi dan dikembangkan dengan ikut sanggar anak-anak, latihan gerak, tari, nyanyi, sejak umur 3.5 th. Nggak heranlah kalau belum genap 5 tahun dia sudah ikut operet, pentas, ngisi acara di mal.

Padahal waktu saya tanya Rangga pengin nggak ikut sanggar bareng Hanna (si sepupu tsb ? )Jawabnya ‘Nggak ah, nggak suka

Mengenali potensi anak, kelihatannya nggak susah, tapi cukup menuntut kejelian kita.
Sebagai ibunya saya tahu Rangga lebih tertarik ke angka-angka, tapi saya pengen Rangga bisa juga menggambar. Karena saya nggak bisa ajarin, saya ajak Rangga ke Kelas Trial Menggambar. Mulanya dia antusias. Buka crayon, dan mulai asyik dengan kertas gambar di hadapannya yang bergambar Bintang Besar. Ini diwarnai ya, kata si Tutor. Saya sibuk bertanya dan ngomongin tentang program kursus ini.
Baru beberap menit, Rangga dengan bangga bilang “Udah”. Wah bisa juga nih batin saya. Tapi apa yang saya lihat bikin saya ketawa. Baru sebagian gambar yang diwarnai dengan warna campur aduk, trus di gambar tsb ada tulisan Rangga, dan angka 1,2,3,4,..... (ha...ha...ha...)

Besoknya kami coba datang lagi. Kali ini Rangga dibimbing oleh si Tutor, tapi kaya’nya Rangga nggak enjoy, karena menurut saya memang si Tutor terlalu mengatur. Ayo diwarnai ya dari sebelah sini, pakai warna kuning. Mungkin Rangga bosan dengan warna tsb, dia ambil crayon warna lain, tapi dilarang. Ya, udah, males, ah, kata Rangga patah semangat. Udah ya Ma, mewarnainya, bosan, rengeknya. Ya...gagal total deh.

Mungkin memang ‘mutiara’ yang satu ini nggak begitu bersinar di bidang seni, tapi dia tetap indah bagi saya.

Saya pasti akan terus berusaha mendukung Rangga melewati proses panjang untuk mendapatkan ke’indah’annya.

Saya percaya ‘Setiap Kita adalah Mutiara’ dan saya juga percaya, di sekolah, rumah ke-2 Rangga, ‘mutiara’ saya ini akan semakin terasah. Dia akan semakin indah dan bersinar.

Terima kasih atas kesabaran, cinta, dan semangat yang nggak pernah pupus dari para guru untuk terus mengasah dan memunculkan keindahan ‘mutiara’ saya yang sangat berharga.

MBAK, TEMENIN MAMA YA !

Rangga pamit untuk main ke rumah temannya (padahal biasanya kalau ada saya di rumah, dia lebih suka main dengan saya)

Rangga, mama libur hari ini lho, masa' Mama malah ditinggal main

Sebentar aja, Ma, Rangga ada perlu nih harus ke rumah Havis, tadi udah janji.

Mama sendirian dong di rumah ? tanya saya menggoda.

Dengan serius dia menjawab, Kan ada Mbak, dan dia teriak panggil si-Mbak.
Mbak, tolong temenin Mama dulu ya, Rangga pergi sebentar.

(ha..ha...persis spt kalau saya pamit waktu ninggalin dia di rumah)

LOMPAT LEBIH TINGGI DARI GUNUNG

Tiba-tiba Rangga nanya ke saya
Mama, bisa nggak lompat lebih tinggi dari gunung ?

Nggak bisa, jawab saya.

Kenapa ?

Kan gunung tinggi banget, Mas, jelas saya.

Rangga bisa lompat lebih tinggi dari gunung.

O..ya ?

Iya, kan gunungnya nggak bisa lompat, jadi Rangga lompatnya lebih tinggi dari gunung.

Ha..ha...Rangga belajar main tebakan dari mana ?

Dari Dora, mama sih nggak pernah nonton Dora, katanya sambil nyengir
BUKAN KELINCI LAGI

Waktu umur 4 tahun, karena susah makan sayur, saya coba cari cara agar Rangga mau menghabiskan sayur sopnya, dengan pura-pura menjadikannya kelinci.

Alhamdulillah sukses, karena Rangga suka banget main pura-pura. Besoknya sampai beberapa hari saya selalu pakai cara itu untuk membujuk Rangga makan sayur/wortel.

Saat ini Rangga (5 tahun) mulai susah makan sayur lagi, dan saya coba bujuk dia. Rangga main jadi kelinci kaya’ dulu lagi yuuk. Ini Mama punya wortel banyak. Ayo, lho kok kelinci Mama diam aja. Enggak, kelinci Mama sekarang kan udah dewasa, udah jadi Papa Kelinci, tuh kelinci Mama, kata Rangga sambil nunjuk Papanya.
Whaduh...beda umur...beda cara mengakalinya (ha..ha..ha)

FIND RANGGA

FIND RANGGA

Sehabis main games Franklin kesukaannya, Rangga (5 th) mengajak saya untuk main petak umpet seperti episode “Find Bear” di gamesnya.

Ya, ayo Rangga sembunyi nanti Mama yang cari. Dengan semangat dia sembunyi dan saat sudah ketemu dia bilang, sembunyi...lagi.....lagi...

Karena sudah cape’ saya bilang, Rangga petak umpetnya udah, khan di “Find Bear” ngumpetnya cuma empat kali.

Enggak, sampai 10 kali aja, ini kan bukan Find Bear, tapi Find Rangga, emangnya Rangga beruang ? ? ? Ha. . . ha saya jadi ketawa dengar penjelasannya

RANGGA YANG MENGINSPIRASI

“ Siapa dirimu 5 tahun ke depan, bisa diprediksi dari buku yang engkau baca dan seperti apa lingkunganmu saat ini.”

Entah kalimat bijak dari siapa, tapi mungkin ada benarnya juga.

Lingkungan ? Nggak usah jauh-jauh, anak saya, dia sudah menularkan apa yang dibawa dari lingkungan sekolahnya. Bersyukur saya mendapatkan lingkungan yang kuat ke-Islam-annya buat Rangga, si kecil saya, dan otomatis lingkungan saya juga

Islam, sudah sejak lahir menjadi agama saya, tapi ternyata saya bahkan kalah dibanding Rangga dalam menghafal surat-surat pendek. Seperti biasa saya coba tanya dia pelajaran yang ada di buku Daily Report. Coba Rangga udah hafal belum surat Al Qariah? tanya saya. Udah, trus mulai dia melantunkan ayat tsb, sampai di tengah dia melihat ke saya, terus ? kaya’nya dia lupa. Ups... saya jelas gelagapan, karena saya juga nggak hafal. Untung saya sudah antisipasi dengan buka contekan Juz Amma. Jadi sambil baca saya coba bantu dia meneruskan hafalannya.

Masih masalah hafalan. Rangga ganti tanya, Mama sudah hafal surat Al Quraisy belum. Udah, jawab saya. Coba ! Saya buru-buru cari Juz Amma andalan, dan selamatlah. Mungkin Rangga tahu, dia nyoba lagi, sambil ngomong , nggak boleh baca, Ma, coba sambil madep ke Angga. (Whallah......gimana bisa hafal lha wong tiap sholat bacaan surat saya ya itu-itu aja, bolak-balik, Al Ikhlas, An Naas, Al Falaq udah mentok)

Saya harus jadi “Role Model’ bagi Rangga. Kalau pengin dia hafal, maka saya juga harus hafal. Jadilah di usia hampir kepala empat saya jadi rajin menghafal hadist, doa dan surat-surat pendek. Saya yang tadinya merasa cukup beragama Islam dengan menjalankan rukun Sholat & puasa, serta asal bisa Alif Ba Ta, sekarang lebih terpacu lagi untuk menyempurnakan. Jadilah saya agak berubah haluan sejak Rangga sekolah di AJC, buku-buku Islam ikut nangkring di lemari, juga majalah Ummi, Tarbawi, dan majalah Islam lainnya. Saya juga rajin berkunjung ke website eramuslim.com yang ujung-ujungnya menginspirasi dan benar-benar menjadi oase keimanan

Cuma jeleknya, saya masih malu belajar ke Majelis, padahal saya tahu di lingkungan saya, Ibu-Ibunya pasti teramat tinggi ilmu dan amal Islamnya. Bahkan tadinya saya malu memakai jilbab karena Islam saya cetek banget. Tapi alhamdulillah, hidayah Allah datang melalui Rangga, dan dia akan selalu menjadi pendorong saya untuk menjadi semakin baik.

Mudah-mudahan semakin lama saya menjadi semakin sholehah dan pantas berada di tengah-tengah lingkungan ‘Jilbaber’. Itulah Insya Allah kehidupan saya (mungkin 5 tahun lagi?) Amin.

MAMA LUPA YA NGGAK PAKAI KERUDUNG

Mama Lupa Ya, Nggak Pakai Kerudung

Mulanya, saya biasa saja dengan pakaian saya saat nungguin Rangga di AJC, toh saya selalu pakai baju lengan panjang dan celana panjang, tapi lama kelamaan risih juga, habis semua ibu-ibunya berkerudung. Jadilah kalau di lingkungan AJC saya pakai kerudung, tapi kalau di lingkungan lain ‘back to basic.’
Saat itu saya ingat banget pergi ke Mal Depok bareng Rangga. Tiba- tiba dia
melihat saya sambil ngomong : Ma, Mama lupa ya nggak pakai kerudung ?. Deg, hati saya tersentak, saya hanya bisa jawab , iya lupa, tanpa ada upaya buat “ngeles” apa pun. ‘Beli dulu deh, Ma, anak perempuan kan harus pakai kerudung.’ lanjut si 3 tahun ini. Sejak teguran itu saya berjanji untuk bisa memakai kerudung terus bila keluar rumah.



Point :
- Jangan malu belajar dari anak
- Subhanallah, ternyata anak adalah sumber terdekat kita untuk bisa belajar menjadi lebih baik lagi

FIELD TRIP KEBUN SAYUR



Ini waktu semester I TK A (12 Sept 06)
Di kebun sayur Parung
Lihat tanaman bayam, kangkung
daunnya gedhe-gedhe,
Katanya itu sayuran organik
Sebelum jalan-jalan kan dijelasin
dulu. Rangga dengerin sih, tapi
kaya'nya susah ngertinya (hi..hi..)

Pulangnya diberi tanaman anggrek.
O..ya kan ada kebun anggreknya juga lho




Nih..fotonya

FIELD TRIP PETERNAKAN SAPI

24 Mei 2006

Semester 2 Little Ant
Field Tripnya ke Peternakan Sapi,
tapi kali ini nggak didampingi Mama

Wuih bau, trus Rangga nggak mau
dekat-dekat ke sapi, dan pilih naik
ke atas.

Pulangnya bawa susu sapi segar.
Kalau susu sapi sih Rangga suka banget.
Fotonya ? Rangga nggak punya, khan
Mama nggak ikut

FIELD TRIP PONDOK CABE

Jadi pengin cerita tentang field trip lagi,

Fieldtrip pertama sih kaya'nya kunjungan ke Pabrik Roti pas Rangga klas Small A. Jadi ini mungkin fieldtrip ke-2 ya, waktu Rangga Little Ant (14 Des 05)

Ceritanya lihat helicopter di Pondok Cabe dan

Menggambar Helicopter.



Rangga berani naik di cockpit jadi pilot.

Masih ada sih fotonya.

Mau lihat ?

FIELD TRIP PASIR MUKTI




10 Mei 07

FIELD TRIP KE PASIR MUKTI

Di sini Rangga main di kolam lumpur,
belajar menanam padi,
membajak sawah dg bajak yang ditarik sapi
mandiin sapi
dan nyebur untuk bersihin badan di sungai

Tadinya Rangga sempat takut dan minta ditemani mama
masuk ke lumpur untuk menanam padi.
dan mulai agak risih waktu kakinya penuh lumpur,
alhamdulillah akhirnya ketemu juga asyiknya main lumpur

FOTO RANGGA

Ini Rangga



Hai, Ini lho yang namanya Rangga,

Ini bukan foto terbaru sih, sekitar bulan Juli 2006

Waktu main ke Gedong Songo.

PROLOG

uAH, Alhamdulillah Blog Rangga masih ada,

Niat ngisi sih udah lama,cuma bingung postingnya,
Pas cuti karena adik Rangga nggak jadi lahir, Mama jadi
punya waktu buat nulis dan jadi keingetan Blog Rangga yang
udah dibuat setahun lalu, tapi masih blank.
Ditambah lagi tulisan di AJC Weekly News
"Setiap Kita adalah Mutiara" yang mengingatkan Mama untuk
tidak berhenti dan terus berproses untuk menampilkan ke'indah'an kita.

Insya Allah Mama akan terus nulis tentang Rangga.
karena bagi Mama, Rangga anugrah terindah dalam
hidup Mama. Rangga mutiara terindah yang Mama miliki dan
mudah-mudahan Mama juga bisa menjadi mutiara terindah bagi Rangga.